7 Tempat Sarapan Enak di Solo 2026. Solo, atau yang secara resmi dikenal sebagai Surakarta, selalu memiliki cara tersendiri untuk memanjakan lidah para pelancong. Kota ini bukan sekadar pusat budaya dan batik, melainkan surga bagi para pencinta kuliner yang rela bangun pagi demi memburu aroma bumbu tradisional yang menyeruak dari balik dapur-dapur legendaris.
Memasuki tahun 2026, Solo tetap mempertahankan julukannya sebagai “Kota Kuliner yang Tak Pernah Tidur”. Tren sarapan di Solo tahun ini semakin menarik dengan perpaduan antara warung legendaris yang sudah bertahan puluhan tahun dengan manajemen yang semakin modern namun tetap mempertahankan resep autentik. Jika Anda sedang berada di Solo, dua menu wajib yang harus masuk daftar adalah Nasi Liwet dan Cabuk Rambak.
Berikut adalah panduan lengkap mengenai 7 tempat sarapan enak di Solo 2026 yang dijamin akan membuat pagi Anda menjadi lebih bertenaga dan penuh kesan.
Mengapa Sarapan di Solo Begitu Istimewa?
Sarapan di Solo bukan sekadar memenuhi kebutuhan perut. Ini adalah ritual budaya. Anda akan melihat pemandangan unik di mana pejabat, wisatawan, hingga penduduk lokal duduk berdampingan di bangku kayu yang sama, menikmati sajian beralaskan daun pisang (pincuk). Di tahun 2026 ini, banyak tempat sarapan di Solo yang sudah mengadopsi pembayaran digital, namun suasana kekeluargaan dan sapaan hangat “Monggo, pinarak” (Silakan, mampir) dari sang penjual tetap tidak berubah.
1. Nasi Liwet Bu Sri Pasar Gede (Legenda di Jantung Kota)
Pasar Gede Hardjonagoro adalah titik nol bagi siapa pun yang ingin memulai petualangan rasa di Solo. Di salah satu sudutnya, Nasi Liwet Bu Sri tetap menjadi primadona di tahun 2026.
Nasi liwet di sini dimasak dengan santan yang kental, memberikan tekstur yang gurih dan lembut. Satu porsi biasanya terdiri dari nasi gurih, sayur labu siam (jipang) yang sedikit pedas, suwiran ayam kampung, telur pindang, dan yang paling krusial: kumut (santan kental yang digumpalkan).
- Informasi Terbaru 2026: Kini tersedia pilihan “Paket Premium” yang menggunakan ayam kampung bagian paha utuh dan tambahan kerupuk kulit (rambak) siram santan.
- Keunggulan: Lokasinya sangat strategis, Anda bisa sarapan sambil menikmati arsitektur pasar bersejarah dan lanjut berbelanja oleh-oleh.

2. Cabuk Rambak Mbak Siti (Cita Rasa Klasik yang Langka)
Jika Anda mencari sesuatu yang ringan namun kaya rasa, Cabuk Rambak adalah jawabannya. Cabuk Rambak Mbak Siti yang berlokasi di area jalan protokol Slamet Riyadi tetap eksis menjadi destinasi wajib.
Cabuk Rambak terdiri dari ketupat yang diiris tipis-tipis, disiram dengan saus wijen putih yang dicampur dengan parutan kelapa sangrai (kemiri), dan disajikan bersama beberapa keping kerupuk rambak yang terbuat dari nasi (karak).
- Fakta Unik: Saus wijen di Mbak Siti memiliki aroma yang sangat harum karena masih menggunakan teknik sangrai manual dengan kayu bakar.
- Keunggulan: Porsinya tidak terlalu besar, sehingga cocok bagi Anda yang ingin “maraton” kuliner ke tempat berikutnya.
3. Nasi Liwet Yu Sani (Nuansa Malam yang Menembus Pagi)
Meskipun Yu Sani terkenal sebagai kuliner malam di area Solo Baru, cabangnya yang buka sejak subuh di pinggiran kota selalu ramai antrean. Nasi Liwet Yu Sani dikenal dengan rasa sayur labu siamnya yang lebih berani bumbunya.
Di tahun 2026, Yu Sani tetap menjadi standar emas untuk urusan ayam suwir yang melimpah dan areh santan yang putih bersih. Tekstur nasinya tidak terlalu lembek, namun sangat pulen.
- Tips: Mintalah tambahan “brutus” atau “kepala ayam” yang sudah dibumbui kuning jika Anda datang lebih awal, karena bagian ini sangat cepat habis.
- Informasi Terbaru: Area makannya kini lebih luas dengan fasilitas hand sanitizer otomatis di setiap meja, menjaga kenyamanan pascapandemi yang tetap terjaga.
4. Cabuk Rambak Ibu Jumi (Rahasia Bumbu Wijen Hitam)
Berbeda dengan versi kebanyakan, Cabuk Rambak Ibu Jumi yang sering mangkal di area sekitar Keraton Surakarta memiliki sentuhan bumbu yang sedikit lebih gelap dan rasa gurih yang lebih dalam.
Ibu Jumi sangat teliti dalam memilih kualitas wijen. Sausnya memiliki tekstur yang sangat halus (velvety), memberikan sensasi mewah saat menyentuh lidah. Disajikan di atas pincuk daun pisang, aroma daunnya meresap ke dalam ketupat.
- Informasi 2026: Kini tersedia varian Cabuk Rambak “Extra Karak” bagi penggemar tekstur renyah.
- Keunggulan: Harganya tetap sangat terjangkau, mencerminkan keramahtamahan Solo yang sesungguhnya.
5. Nasi Liwet Bu Wongso Lemu (Ikonik dan Historis)
Tidak lengkap membahas kuliner Solo tanpa menyebut Bu Wongso Lemu di area Keprabon. Di tahun 2026, tempat ini bertransformasi menjadi area kuliner yang sangat tertata rapi.
Nasi Liwet di sini sering dianggap sebagai versi paling “mewah”. Gurih nasinya sangat kuat, berpadu dengan telur pindang yang cokelatnya meresap hingga ke kuning telur. Biasanya, saat sarapan Anda akan ditemani oleh alunan musik keroncong atau sinden yang bernyanyi lirih, menambah syahdu suasana pagi Solo.
- Informasi Terbaru: Meskipun legendaris, kini Bu Wongso Lemu menyediakan sistem reservasi digital bagi rombongan wisatawan agar tidak perlu antre panjang.
- Keunggulan: Konsistensi rasa yang tidak berubah sejak puluhan tahun lalu.
6. Nasi Liwet Bu Sarmi (Pilihan Lokal di Area Manahan)
Jika Anda ingin menghindari kerumunan pusat kota dan memilih tempat yang lebih santai dekat dengan area olahraga Stadion Manahan, Nasi Liwet Bu Sarmi adalah pilihan tepat.
Nasi liwet Bu Sarmi memiliki karakter yang lebih “ringan” santannya, cocok bagi Anda yang tidak ingin merasa terlalu kenyang setelah sarapan. Sayur labu siamnya menggunakan potongan cabai rawit utuh, sehingga Anda bisa mengatur tingkat kepedasan sendiri dengan “nyeplus” cabai tersebut.
- Tips: Cobalah sate uritannya yang dimasak bacem pedas, sangat cocok mendampingi nasi liwet yang gurih.
- Keunggulan: Udara di Manahan pada pagi hari sangat segar, cocok untuk sarapan setelah berolahraga pagi.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4767207/original/057666800_1709956675-shutterstock_1170275101.jpg)
7. Warung Cabuk Rambak & Nasi Liwet “Campur Sari” (One Stop Breakfast)
Terletak di area dekat Stasiun Purwosari, warung ini menjadi penyelamat bagi para pelancong yang baru turun dari kereta pagi. Keunikannya adalah mereka menyediakan kedua menu ikonik (Nasi Liwet dan Cabuk Rambak) dalam satu tempat.
Di tahun 2026, warung ini menjadi sangat populer karena konsepnya yang praktis. Anda bisa memesan satu porsi Cabuk Rambak sebagai pembuka, lalu lanjut dengan Nasi Liwet sebagai hidangan utama.
- Informasi Terbaru: Menyediakan paket “Sarapan Solo” yang berisi porsi mini Nasi Liwet, Cabuk Rambak, dan segelas Wedang Uwuh panas.
- Keunggulan: Lokasi sangat dekat dengan transportasi umum seperti Batik Solo Trans (BST).
Tips Berburu Sarapan di Solo 2026
- Datang Lebih Awal: Kuliner enak di Solo, terutama yang berada di pasar, biasanya sudah habis sebelum pukul 09.00 pagi. Waktu terbaik adalah antara pukul 06.00 hingga 07.30.
- Sediakan Uang Tunai Kecil: Meskipun banyak yang sudah menerima QRIS, membayar dengan uang tunai kecil (Rp2.000 – Rp10.000) sangat membantu para penjual tradisional, terutama untuk membayar parkir atau pengamen.
- Nikmati Suasana: Jangan terburu-buru. Sarapan di Solo adalah tentang menikmati momen. Duduklah di lesehan jika memungkinkan untuk mendapatkan pengalaman autentik.
- Tanya Harga: Di tahun 2026, sebagian besar warung sudah mencantumkan daftar harga. Namun, jika tidak ada, jangan ragu untuk bertanya dengan sopan “Pinten nggih, Bu?” (Berapa harganya, Bu?).
Penutup: Solo, Kota yang Memanjakan Lidah
Sarapan Nasi Liwet dan Cabuk Rambak di Solo pada tahun 2026 tetap menjadi pengalaman yang magis. Perpaduan antara nasi gurih, santan areh, dan bumbu wijen yang eksotis bukan hanya memuaskan lapar, tetapi juga menghubungkan kita dengan sejarah dan tradisi yang tetap lestari.
Jadi, pastikan saat Anda menginjakkan kaki di kota ini, siapkan diri untuk bangun pagi dan biarkan aroma sedap dari dapur-dapur Solo menuntun Anda pada petualangan rasa yang tak terlupakan. Selamat sarapan!
