5 Pasar Ramadhan Tertua. Bulan Ramadan di Indonesia bukan sekadar momen spiritual, melainkan juga perayaan budaya yang kental dengan tradisi kuliner.
Di tengah gempuran kafe kekinian dan layanan pesan antar makanan digital di tahun 2026, keberadaan Pasar Ramadhan tetap menjadi magnet utama bagi masyarakat. Ada sesuatu yang tak tergantikan dari aroma asap pembakaran ikan, keriuhan tawar-menawar, hingga pemandangan ratusan jenis takjil yang tersusun rapi di atas meja kayu.
Namun, di antara ribuan pasar kaget yang muncul setahun sekali, terdapat beberapa titik yang memegang predikat “legendaris”. Pasar-pasar ini bukan sekadar tempat berjualan, melainkan saksi bisu sejarah perkembangan kuliner nusantara yang telah bertahan selama puluhan tahun, bahkan melintasi generasi.
Berikut adalah panduan mendalam mengenai 5 Pasar Ramadhan Tertua di Indonesia yang menjadi destinasi takjil paling dicari di tahun 2026, lengkap dengan update suasana terbaru dan kuliner wajibnya.
1. Pasar Takjil Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta
Berbicara tentang takjil di ibu kota, ingatan kita pasti akan tertuju pada satu titik: Benhil. Pasar Ramadhan Benhil telah menjadi kiblat kuliner berbuka bagi warga Jakarta sejak tahun 1980-an. Meskipun Jakarta kini dipenuhi gedung pencakar langit yang semakin canggih di tahun 2026, Benhil tetap mempertahankan pesona tradisionalnya di tengah pusat bisnis Sudirman.
Suasana Terbaru 2026:
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melakukan revitalisasi area ini menjadi lebih tertata tanpa menghilangkan kesan “pasar rakyat”. Penggunaan sistem pembayaran digital (QRIS) sudah menjadi standar di setiap lapak, namun suara teriakan pedagang yang menawarkan “Gorengan panas!” tetap menjadi musik latar yang khas.
Kuliner Wajib:
- Bubur Kampiun: Menu legendaris asal Minang ini adalah primadona Benhil. Perpaduan bubur sumsum, ketan hitam, kolak pisang, dan lupisnya sangat autentik.
- Gorengan Benhil: Ukurannya yang besar dan teksturnya yang tetap renyah hingga waktu berbuka menjadi alasan mengapa antreannya selalu mengular.

2. Pasar Sore Ramadhan Kauman, Yogyakarta
Yogyakarta selalu punya cara untuk merawat tradisi. Terletak di sebuah gang sempit di kelurahan Ngupasan, Pasar Sore Kauman adalah salah satu pasar Ramadhan tertua yang sudah eksis sejak awal 1990-an. Lokasinya yang berada di kampung santri dekat Masjid Gede Kauman membuat nuansa religiusnya terasa sangat kental.
Suasana Terbaru 2026:
Memasuki tahun 2026, Kauman menerapkan konsep Eco-Ramadhan. Pedagang di sini mulai meminimalkan penggunaan plastik sekali pakai dan beralih ke pembungkus daun pisang atau wadah ramah lingkungan. Lorong gang yang hanya selebar 2 meter ini menciptakan keintiman antara penjual dan pembeli yang tak ditemukan di mall manapun.
Kuliner Wajib:
- Kicak: Takjil khas Kauman yang hanya ada saat bulan puasa. Terbuat dari ketan, nangka, dan kelapa parut. Rasanya manis, gurih, dan memiliki aroma nangka yang harum.
- Jadah Manten: Kudapan gurih berlapis telur yang dahulu merupakan hantaran pengantin, kini menjadi favorit untuk membatalkan puasa.
3. Pasar Wadai, Banjarmasin
Di Kalimantan Selatan, tradisi berbuka puasa berpusat di Pasar Wadai (Pasar Kue). Destinasi ini merupakan salah satu yang tertua dan terbesar di Indonesia. Di tahun 2026, Pemerintah Kota Banjarmasin mengemas pasar ini bukan sekadar tempat belanja, melainkan festival wisata budaya tahunan.
Suasana Terbaru 2026:
Pasar Wadai 2026 biasanya digelar di sepanjang tepian sungai Martapura atau kawasan Siring. Yang unik, di tahun ini terdapat integrasi dengan “Pasar Terapung Ramadan”, di mana pengunjung bisa membeli takjil langsung dari atas perahu klotok. Pemandangan matahari terbenam di sungai sambil menanti azan Maghrib adalah pengalaman spiritual sekaligus visual yang luar biasa.
Kuliner Wajib:
- Bingka Barandam: Kue basah yang sangat lembut dengan kuah gula cair. Manisnya langsung mengembalikan energi yang hilang.
- Amparan Tatak: Kue lapis khas Banjar dengan potongan pisang di dalamnya yang memiliki tekstur sangat lembut (lumer di mulut).
4. Pasar Ramadhan Kampoeng Ramadhan Jogokariyan (KRJ), Yogyakarta
Meskipun Jogja sudah punya Kauman, Jogokariyan adalah fenomena modern yang telah menjadi legendaris karena manajemen masjidnya yang luar biasa. KRJ sudah dimulai sejak awal 2000-an dan kini menjadi salah satu destinasi wisata religi terbesar di Indonesia.
Suasana Terbaru 2026:
Di tahun 2026, KRJ menjadi pionir “Smart Ramadhan Village”. Sepanjang jalan Jogokariyan dipenuhi ratusan UMKM yang dikurasi secara ketat kualitasnya. Pihak Masjid Jogokariyan juga tetap mempertahankan tradisi membagikan ribuan piring takjil gratis setiap harinya untuk musafir dan warga, menciptakan suasana kekeluargaan yang mengharukan.
Kuliner Wajib:
- Lauk Pauk Tradisional: Di sini Anda bisa menemukan berbagai sayuran ndeso yang sulit dicari di hari biasa, seperti oseng kembang pepaya atau botok.
- Susu Kurma Jogokariyan: Minuman segar hasil olahan UMKM lokal yang menjadi tren kesehatan di tahun 2026.
5. Pasar Ramadhan Lapangan Karebosi, Makassar
Makassar tidak hanya terkenal dengan Pantai Losari-nya, tetapi juga gairah kuliner saat Ramadan di Lapangan Karebosi. Area ini telah menjadi pusat jajanan buka puasa sejak puluhan tahun lalu, menjadi tempat berkumpulnya berbagai lapisan masyarakat Makassar.
Suasana Terbaru 2026:
Karebosi di tahun 2026 tampil dengan wajah baru yang lebih modern. Area kuliner ditata dengan lighting yang cantik, membuatnya menjadi tempat favorit anak muda Makassar untuk “ngabuburit”. Meskipun tampilannya modern, resep-resep yang dijual oleh para pedagang di sini tetap menggunakan resep turun-temurun yang sudah ada sejak era kakek-nenek mereka.
Kuliner Wajib:
- Es Pisang Ijo & Palu Butung: Belum ke Makassar jika belum mencoba dua menu ini. Pisang yang dibalut adonan hijau dipadu dengan bubur sumsum dan sirup merah khas Makassar.
- Jalangkote: Mirip dengan pastel, namun memiliki kulit yang lebih tipis dan garing, disajikan dengan sambal cair yang pedas-asam.
Tips Berburu Takjil di Pasar Legendaris 2026:
- Datang Lebih Awal: Jam 4 sore adalah waktu terbaik. Jika datang jam 5 sore, banyak menu favorit yang sudah habis terjual.
- Siapkan Saldo Digital: Meskipun tunai masih diterima, transaksi QRIS jauh lebih cepat dan mencegah Anda bersentuhan dengan uang kertas yang kotor.
- Bawa Tas Belanja Sendiri: Dukung gerakan ramah lingkungan dengan mengurangi penggunaan kantong plastik dari para pedagang.
Kesimpulan
Pasar Ramadhan tertua di Indonesia adalah simbol ketahanan kuliner nusantara. Di tahun 2026, tempat-tempat ini tetap bertahan bukan hanya karena makanannya yang enak, tapi karena ada “kenangan” dan “suasana” yang tidak bisa diciptakan oleh algoritma aplikasi apapun. Mengunjungi pasar-pasar ini adalah cara terbaik untuk merayakan keberagaman dan kemeriahan bulan suci di Indonesia.
Selamat berburu takjil, selamat bernostalgia, dan selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang merayakan!
